Kivlan Zen Jadi Pesakitan, Prabowo Dinilai Hadapi Dilema

Kivlan Zen Jadi Pesakitan, Prabowo Dinilai Hadapi Dilema

Cellyn
Kamis, 07 Mei 2020


TRIBUNNEWZ.XYZ - Proses aturan terhadap mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjen Purn Kivlan Zen terus berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kivlan menjalani sidang tuduhan masalah kepemilikan senjata api ilegal dan makar. Tidak dipungkiri, selama Pemilu 2019, Kivlan memang cukup disorot alasannya yaitu manuver politiknya. Terakhir, Kivlan tersangkut dugaan upaya pembunuhan sejumlah tokoh nasional.

Terlepas dari sepak terjSlama ini Kivlan dikenal akrab dengan Prabowo Subianto, baik selama berkarier di militer maupun pasca pensiun. Dia salah satu tokoh militer yang menjadi pendukung Prabowo ketika Pilpres 2019.

Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai Prabowo dalam posisi simalakama untuk masalah Kivlan Zen ini.

Dia menilai Prabowo sulit membebaskan Kivlan alasannya yaitu masalah ini telah masuk ke pengadilan.“Di situ ada dilema alasannya yaitu akan muncul kesan ada intervensi politik dalam pengadilan Kivlan Zen. Padahal satu prinsip penting negara demokrasi yaitu adanya independensi forum pengadilan,” katanya, Rabu (6/5/2020).

Secara hubungan, kata dia, bergotong-royong Prabowo dan Kivlan sudah usang berkawan dan sama-sama berkarir di militer. Setiap pemilu, Kivlan selalu berada di barisan pendukung Prabowo. Namun, sehabis pemilu kekerabatan keduanya ibarat tak berbekas. Kivlan menjalani proses aturan dan Prabowo masuk ke Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut dia, tampaknya kekerabatan para jenderal di Indonesia ini terlihat bersatu dalam hal bela negara, pertahanan dan keamanan.

“Tetapi dalam urusan politik dan kepentingan ekonomi, mereka saling menyandera satu sama lain atau tersandera oleh masalah mereka masing-masing,” tuturnya.

Pada titik ini, menurutnya, Prabowo diuji apakah bisa menawarkan derma aturan tanpa merusak proses pengadilan Kivlan Zen.

“Mungkin cukup sulit alasan bagi penegak aturan untuk membebaskan kecuali tidak terbukti atas tuduhan terhadap dirinya,” tuturnya. []