Ramadhan Di Tengah Corona, Pmks Musiman Mulai Menjamur Di Kota Bandung

Ramadhan Di Tengah Corona, Pmks Musiman Mulai Menjamur Di Kota Bandung

Cellyn
Kamis, 07 Mei 2020


TRIBUNNEWZ.XYZ - Penyandang duduk masalah kesejahteraan sosial (PMKS) musiman mulai berdatangan ke Kota Bandung di bulan Ramadhan, meski ketika ini diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi.
Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnagkis) Tono Rusdiantono Hendroyono mengatakan, PMKS tersebut masuk dengan memanfaatkan saluran yang luput dari PSBB.

"Ini mungkin cek poin ini kurang ketat, alasannya yaitu jalan masuk (ke Kota Bandung) itu bukan hanya cek poin, di Moch Toha dapat nyebrang lewat sungai di Kabupaten Bandung dapat lewat sawah, menyisir pinggiran masuk ke Kota Bandung," kata Tono.

Menurutnya, penanganan PMKS akan lebih sulit di tengah pandemi menyerupai ini alasannya yaitu harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Pasalnya, dikhawatirkan terjadi penularan COVID-19.

Kekhawatiran ada, alasannya yaitu setiap yang akan dijangkau oleh Dinsos wajib dicek oleh Puskesmas, yang kita takutkan masuk ke rumah singgah menularkan kepada teman-teman yang lain yang tidak COVID-19," katanya.

"UPT rumah singgah terus terperinci menolak kepada saya, jikalau diperintahkan dimasukkan ke rumah singgah (tanpa diperiksa), alasannya yaitu memang Puskesmas juga melarang harus diperiksa dulu, tidak dapat se-enaknya," kata dia.

Ia menilai 90 persen PMKS musiman yang tiba di Kota Bandung berasal dari luar daerah. "Nah, itu saya yakin bahwa penyebaran PMKS itu 90 persen yaitu bukan warga Kota Bandung," ujar Tono

Dari hasil pencatatan, PMKS yang berada di Kota Bandung lebih banyak didominasi berasal dari Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang. PMKS yang terjaring pun merupakan orang-orang yang tak absurd lagi.

"Saya juga tidak dapat gegabah ngambilnya, protokol kesehatannya harus jalan, jikalau ada laporan saya terima pasti," ucapnya.(dtk)