Sesuai Hadis Nabi Asteroid Menabrak Bumi pada 15 Ramadan, Benarkah?

Sesuai Hadis Nabi Asteroid Menabrak Bumi pada 15 Ramadan, Benarkah?

Cellyn
Selasa, 05 Mei 2020



"Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadan, yaitu tepatnya malam Jumat", adalah sebuah pesan berantai yang menggegerkan publik baru-baru ini.

Pesan tersebut diklaim merupakan penggalan dari sebuah hadis riwayat Nu'aim bin Hammad yang tertulis dalam kitab al-Fitan.

Dalam hadis itu, disebutkan bahwa, "...Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadan, yaitu tepatnya malam Jumat, itu suara dahsyat yang nanti akan mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, membuat orang yang berdiri menjadi duduk, para wanita terhempas keluar dari kamarnya, pada malam Jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi".

Hadis tersebut lantas dikaitkan dengan kemunculan asteroid pada malam ke-15 Bulan Ramadan 1441 H ini.

Lantas benarkah asteroid yang mendekati bumi memicu gempa bumi seperti disebutkan dalam hadis?

Dikutip dari harakah.id Jumat (1/5/2020), sejatinya hadis tersebut memiliki riwayat yang lemah bahkan dianggap palsu oleh para periwayat karena tidak terlacak keberadaannya.

Namun mengenai asteroid yang dikabarkan mendekati bumi pada pertengahan bulan Ramadan nanti telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melalui laman resminya.

Berdasarkan data Center of Near Earth Orbit Studies (CNEOS) NASA, asteroid 2016 HP6 akan mendekati Bumi pada malam ke-15 Ramadan 1441 H atau tepatnya pada Kamis (7/5/2020) pukul 21.48 Universal Time atau Jumat (8/5/2020) pukul 04.48 WIB.

Kendati begitu, tidak ada kaitan antara hadis dan informasi yang dijelaskan oleh LAPAN mengenai pergerakan asteroid tersebut.

LAPAN menerangkan bahwa asteroid yang akan mendekati Bumi berjenis asteroid Apollo yang memiliki kecepatan besar atau setara dengan 17 kali kecepatan suara..

Ukurannya sekira 23 hingga 52 meter, sejenis dengan asteroid Apollo lainnya seperti Meteor Chelyabinsk yang sempat meledak di langit Rusia pada 2013.

Asteroid ini juga beredar mengelilingi matahari dengan jarak jari-jari rata-rata (setengah sumbu panjang) 1,579 SA atau 236 juta kilometer.

Kedati begitu, yang perlu digarisbawahi adalah jarak asteroid nanti cukup jauh yakni sekira 1,3 juta meter dari Bumi. Bahkan bisa melenceng sekira 150 meter dari perkiraan jarak terdekatnya.

Maka dari itu, menurut prediksi CNEOS NASA, sangat kecil kemungkinan asteroid 2016 HP6 menabrak bumi pada Jumat (8/5/2020) nanti.