Transportasi Dibuka Kembali, Ekonom Ugm: Tujuan Pemerintah Apa?

Transportasi Dibuka Kembali, Ekonom Ugm: Tujuan Pemerintah Apa?

Cellyn
Kamis, 07 Mei 2020


TRIBUNNEWZ.XYZ - Belum ada satu bulan semenjak kebijakan tidak boleh mudik, yang didukung dengan larangan operasi transportasi untuk masyarakat, diberlakukan, pemerintah melalui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sudah akan kembali menawarkan izin operasi pada banyak sekali transportasi untuk mengangkut penumpang ke luar daerah.

Walaupun berpergian diperbolehkan, Kepala Gugus Tugas COVID-19 Doni Monardo menegaskan bahwa pulang kampung tetap dilarang. Tidak ada perubahan atau pelonggaran hukum larangan mudik.

Ekonom UGM Gumilang Aryo Sahadewo pun mempertanyakan tujuan pemerintah kalau benar akan menerapkan kebijakan tersebut. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyatakan bahwa kurva sudah harus turun di bulan Mei.

"Pertanyaannya, apakah kebijakan tunjangan izin operasi, bahkan terbatas, sanggup mencapai tujuan tersebut?" ujar Gumilang, Kamis (7/5/2020).

Berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 no 4 Tahun 2020, tak semua warga boleh bepergian, hanya masyarakat yang bekerja di forum pemerintah atau swasta yang mempunyai satu atau lebih dari enam kepentingan, di antaranya percepatan penanganan corona sampai pelayanan fungsi ekonomi penting.

Selain itu, perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat ke luar tempat juga diperbolehkan, begitu juga perjalanan orang yang anggota keluarga pada dasarnya sakit keras atau meninggal. Izin bepergian juga diberikan untuk warga negara Indonesia yang gres saja dipulangkan dari negara rantau.

Kendati melalui proses yang ketat ketika hendak berpergian, Gumilang tetap mewaspadai kebijakan tersebut. Ada banyak sekali pertimbangan yang berdasarkan ia herus lebih diperhatikan pemerintah ketika membuka kanal seluruh moda transportasi umum.

"Jika ada kesempatan individu tanpa tanda-tanda berinteraksi dengan individu di moda transportasi umum, bukankah risiko tertular? Probabilitasnya tidak 0," tandasnya. []